pikiranku memudar ketika awan merambat jauh ke dalam khayalan seorang
bocah
cahaya pun kini tertutup oleh cairan getah tangisan seorang
bocah
entah bagaimana caranya agar ia dapat tersenyum lepas
langit,
apa dia dapat mencari jalan menuju keharmonisan hidup?
sekubik
jawaban tak dapat mengambil tangisnya
walau kini dunia menjanjikan
hujan untuk menghapus noktah hitam dalam batin
tapi, semua samudra
bungkam ketika tangis menyayat jatungnya
Tuhan, kami menjerit tatkala
danau itu menghirup bayangan harapan kami
kini semua janji
telah mengambil alih seberkas pendengaran seorang bocah
senyum yang
meluas hingga kilauan duka meredup terhalang oleh hiasan do'a
meskipun
senja terus mengerat diantara pertikaian
kami tetap melantunkan
nasihat seorang bocah
terakhir terucap ia mengatakan bahwa 'kini
air liurku menjadi hinaan semua pemberontakan pilu'
ya aku mengerti
mengapa mataku dapat mencium setitik keberhasilan
namun, jika kini ia
berlari mengejar kemenangannya,
aku hanya dapat menjulurkan nafasku
untuk menjaganya
terimakasih wahai bocah
aku dapat memahami
harapan yang tertunda
dengan do'a yang selalu mengalir
aku
berharap ada rintangan yang mendorong dalam kejayaan, dan aku percaya
bahwa ucapan menjiwai cita-cita ..
skip to main |
skip to sidebar
Pages
Blogroll
Kamis, 02 Februari 2012
chat box
♥ tagboard
Facebook aku add ya ;)
Join Yu guys ;)
hak cipta saya sendiri. Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar